'Totti adalah Contoh untuk Para Pemain Muda'

‘Totti adalah Contoh untuk Para Pemain Muda’

Berita Bola, Hanya segelintir pesepakbola yang mampu bermain di level top sampai usia 40, Francesco Totti bisa melakukannya. Totti pantas jadi contoh untuk pemain muda.

Demikian pandangan Marcos Cafu, mantan bek tim nasional Brasil. Totti menunjukkan bahwa usia hanya angka-angka, dengan masih tampil di level top dalam usia 40 yang dicapainya bulan September lalu.

Meski waktu bermainnya kini lebih terbatas, Totti nyatanya masih mampu berkontribusi secara nyata di lapangan. Dari enam penampilannya bersama AS Roma sejauh ini, dia mencetak dua gol dan membuat empat assist.

Selain kontribusi di dalam lapangan, Totti juga masih menjadi sosok pemimpin di skuat Giallorossi. Meski demikian, nama besar dan pengaruhnya di lapangan di lain sisi diyakini bisa mengganggu perkembangan para pemain muda, seperti sempat dikatakan eks Direktur Olahraga Roma Walter Sabatini.

Tapi Cafu berpandangan lain. Totti justru disebutnya telah memasang standar tinggi untuk para pemain muda dan seharusnya dijadikan patokan.

“Seorang juara tetaplah seorang juara dan orang-orang membicarakannya karena dia adalah pemain kelas dunia, pemimpin skuat,” katanya kepada Agen Bola Online.

“Setiap tim punya seseorang yang seperti itu, yang mana harus menjadi contoh. Kalau dia masih bermain di level ini dalam usia 40 tahun, dia cuma bisa menjadi sebuah contoh untuk para pemain muda.”

“Kalau Totti masih di lapangan, itu karena dia tahu bahwa dia masih bisa memberikan begitu banyak hal untuk dunia sepakbola,” imbuh eks bek Roma dan AC Milan ini seperti dikutip Linkalternatif.info.

Totti memang cuma memenangi satu Scudetto bersama Roma, plus dua gelar Coppa Italia dan dua gelar Piala Super Italia. Dia meraih satu medali juara Piala Dunia bersama Italia. Tapi warisannya dinilai lebih dari sekadar hitung-hitungan trofi.

Salah satu hal yang sangat diapresiasi adalah profesionalisme Totti. ‘Pangeran Roma’ itu bisa bermain di level top sampai usia 40 tahun karena bisa menjaga diri dan merawat kondisi tubuh dengan cermat. Cafu mengaku sudah bisa memperkirakan itu sejak jauh sebelumnya.

“Tentu saja saya memperkirakannya, karena dia adalah sosok profesional yang menjaga dirinya dengan baik dan hanya dia yang bisa menentukan kapan akan pensiun. Kalau dia dalam kondisi bagus, dia harusnya bermain. Dia bekerja keras, berdedikasi terhadap tim, dan layak ada di sini,” tandas pria 46 tahun ini.