Neymar Diizinkan Hengkang ke Madrid dengan 1 Syarat

Neymar Diizinkan Hengkang ke Madrid dengan 1 Syarat

Berita Bola, Neymar Diizinkan Hengkang ke Madrid dengan 1 Syarat

Meski baru bergabung bersama Paris Saint-Germain (PSG) pada bursa transfer musim panas 2017, namun Neymar da Silva, telah ramai dikabarkan bakal berganti kesebelasan lagi pada musim panas 2018. Hal tersebut tak lepas dari sikap Real Madrid yang secara terang-terangan mengakui ketertarikannya terhadap Neymar.

Bahkan, Neymar sendiri pun dikabarkan telah siap angkat kaki dari PSG karena mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari para fans mereka. Pasalnya, sejak bergabung dengan PSG, Neymar kerap terlihat bersikap arogan di atas lapangan, yang mana hal tersebut tidak disukai para fans.

Kendati begitu, banyak pihak yang menilai bahwa rumor kepindahan Neymar ke Madrid hanya sekadar isu belaka guna memecah konsentrasi tim berjuluk Les Parisiens itu. Hal tersebut dikarenakan Madrid dan PSG akan berhadapan di babak 16 besar Liga Champions 2017-2018.

Selain itu, banyak pula pihak yang mengabarkan bahwa Neymar tidak akan bergabung dengan Madrid karena penggawa Timnas Brasil itu dianggap masih memiliki rasa hormat terhadap Barcelona. Namun demikian, tanggapan berbeda justru datang dari Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.

[ Baca Juga – Mkhitaryan Tak Sabar Bermain Bersama Ozil ]

Menurut kabar yang disampaikan Kamus Judi, Al-Khelaifi mengungkapkan bahwa Naymar diizinkan untuk meninggalkan PSG di akhir musim dan bergabung dengan tim mana pun, termasuk Madrid. Namun begitu, Al-Khelaifi memiliki sebuah syarat yang harus dipenuhi Neymar agar dirinya bisa hengkang ke klub lain pada musim panas nanti.

Syarat tersebut adalah Neymar harus membawa PSG untuk menjadi juara Liga Champions musim ini. Hal tersebut diminta Al-Khelaifi lantaran selama ini timnya belum pernah sekalipun menjadi jawara di daratan Eropa. Meski semenjak diakuisisi olehnya, PSG kerap menjadi juara di Liga Prancis, namun begitu tampil di Liga Champions Les Parisiens justru selalu mengalami kegagalan.

Kendati demikian, jelas bukan perkara mudah bagi Neymar mewujudkan keinginan sang presiden tersebut. Apalagi, pada babak 16 besar mereka harus berhadapan dengan Madrid yang notabenenya juara bertahan sekaligus klub paling sukses di Liga Champions.

Pernyataan Al-Khelaifi itu sendiri hingga saat ini masih menjadi tanda tanya. Di satu sisi, ucapan tersebut memang benar adanya dan berharap Neymar mampu mewujudkan impiannya selama ini. Namun di sisi lain, ucapan tersebut bisa jadi hanya senjata untuk merusak konsentrasi Madrid agar mengalah dengan iming-iming mendapatkan Neymar di akhir musim.