Agen Bola

Leicester City dan Dongeng Itik Buruk Rupa ala Liga Inggris

 

Berita Bola, Hans Christian Andersen. Sosok yang hidup pada abad ke-19 ini tersohor berkat kemampuan menelurkan sejumlah karya tulis berupa dongeng anak-anak. Salah satunya adalah Itik Buruk Rupa.

Dongeng tersebut menceritakan tentang perjalanan hidup seekor anak itik yang awalnya selalu diejek bahkan sengaja ditinggalkan oleh induk dan saudaranya akibat perbedaan fisik. Dia pun harus berjuang serta bertahan hidup sendirian di alam liar.

Kendati begitu, si itik buruk rupa berusaha untuk tetap kuat dan tak pernah menyerah sampai akhirnya menemukan kebahagiaan.

Dia berubah menjadi angsa yang begitu cantik sekaligus rupawan, jauh melebihi perkiraan ibu dan saudaranya di masa lalu.

Kisah Itik Buruk Rupa berkaitan erat dengan perjalanan Leicester City di Premier League 2015-2016.

Klub asal kawasan East Midlands itu berubah drastis dari salah satu kandidat degradasi semusim silam ke kandidat juara musim ini.

Barangkali tak ada yang menyangka Leicester bisa mendaki sedemikian tinggi hingga menempati puncak klasemen menyusul kemenangan tiga gol tanpa balas atas Swansea, Sabtu (5/12/2015). Maklum, mereka bukanlah tim bermaterikan pemain kelas dunia seperti Chelsea, Manchester City, Manchester United, atau Arsenal.

Berdasarkan situs Transfermarkt, Leicester bertengger di posisi lima terbawah dalam tabel nilai jual skuat tim Premier League. Hanya West Brom, Watford, Norwich, dan Bournemouth yang memiliki angka lebih rendah.

Faktanya, prestasi Leicester justru lebih baik ketimbang tim lain yang mempunyai nilai jual skuat tinggi. Kerapuhan sektor belakang sanggup ditanggulangi dengan memaksimalkan potensi lini depan, terutama kolaborasi Jamie Vardy dan Riyad Mahrez.

Sejauh ini, Vardy dan Mahrez berkontribusi langsung terhadap 24 gol alias 75 persen dari total jumlah memasukkan Leicester di Premier League 2015/16. Keduanya juga kerap saling memberi assist satu sama lain dalam pertandingan.

Desember dan Ranieri

Sebagian besar pakar sepak bola Inggris menganggap prestasi Leicester sampai dengan sepertiga kompetisi musim ini sebagai buah dari kemampuan menjaga konsistensi permainan impresif yang telah berlangsung sejak April silam.

Pada periode tersebut, Leicester yang tadinya terbenam di dasar klasemen berhasil merangkak naik dan menghindari jeratan degradasi berkat prestasi cemerlang dalam hitungan sembilan pekan pamungkas 2014-2015.

Leicester sukses mengantongi 22 dari total 27 poin yang dapat diperoleh. Perinciannya adalah tujuh kemenangan (termasuk empat laga beruntun di April), sekali imbang, dan sekali kalah.